Hari ini saya memutuskan untuk kembali menulis di website pribadi ini. Tujuannya sederhana, menyimpan rekaman pikiran, perasaan, dan pengalaman saya di hari ini, agar suatu saat kelak bisa saya baca kembali. Anggap saja ini semacam mesin waktu pribadi. Sebuah cara untuk berkomunikasi dengan diri saya sendiri di masa depan, tanpa perlu menunggu waktu benar-benar berlalu dulu baru saya sadari bahwa ada hal-hal yang seharusnya tidak saya lupakan.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya mencoba menulis blog. Beberapa tahun lalu saya pernah melakukannya, mengisi catatan-catatan pendek tentang keseharian, pikiran yang lewat, atau hal-hal kecil yang terasa berarti saat itu. Tapi seperti kebanyakan resolusi yang dibuat tanpa rencana konkret, kebiasaan itu perlahan menghilang. Tidak ada momen dramatis ketika saya berhenti. Hanya saja, satu hari tidak menulis, lalu dua hari, lalu seminggu, sampai akhirnya saya lupa bahwa saya pernah punya kebiasaan itu.
Kali ini saya ingin mencoba lagi, tapi dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Saya tidak akan membebani diri dengan target frekuensi atau ekspektasi bahwa setiap tulisan harus mendalam dan bermakna. Yang saya butuhkan hanyalah ruang untuk mencatat apa yang ada di kepala saya, tanpa filter, tanpa audiens, dan tanpa tekanan untuk tampil sempurna. Kanal “Blog” di website ini adalah ruang itu.
Keputusan untuk memulai kembali ini tidak muncul begitu saja. Beberapa waktu terakhir, saya mulai rutin membaca blog-blog pribadi. Ada Dwinawan yang menulis artikel-artikel tentang design di blog-nya, sekaligus menjaga jurnal personal tentang keseharian dan hal-hal yang ia temui sehari-hari. Ada Eirudo yang menulis berbagai hal tergantung mood, dengan gaya yang santai dan jujur tentang proses menulisnya sendiri. Ada juga Ufal yang menulis berbagai opini kritis tentang hal-hal yang ia temui, dengan gaya yang apa adanya dan tidak takut berpendapat.
Membaca tulisan-tulisan mereka memberikan efek yang tidak saya duga. Bukan inspirasi mendadak yang langsung mengubah hidup saya, melainkan sesuatu yang lebih halus. Seperti diingatkan bahwa menulis itu bukan aktivitas yang harus menunggu momen sempurna. Menulis cukup dimulai dari hal kecil, dari satu kalimat yang keluar begitu saja, lalu diikuti oleh kalimat kedua, lalu pelan-pelan jadi satu paragraf, lalu satu halaman. Tidak perlu lebih dari itu untuk memulai.
Yang menarik dari membaca blog-blog pribadi seperti mereka adalah sensasi kedekatan yang muncul. Dua orang dari yang saya sebutkan tadi adalah orang yang tidak saya kenal secara personal, tapi melalui tulisan-tulisan mereka, saya merasa seperti mengenal cara mereka memandang dunia. Ada kehangatan yang berbeda dari membaca tulisan seseorang di website pribadinya dibandingkan dengan membaca unggahan di media sosial. Di media sosial, semuanya terasa cepat, singkat, dan dirancang untuk mendapatkan reaksi. Di blog pribadi, rasanya seperti duduk di ruang tamu seseorang dan mendengarkan mereka bercerita tanpa terburu-buru.
Mungkin itulah yang saya rindukan. Bukan sekadar menulis, tapi memiliki ruang yang benar-benar milik saya sendiri. Ruang yang tidak diatur oleh algoritma, tidak diukur oleh jumlah likes, dan tidak ditentukan oleh tren yang sedang berlangsung. Hanya saya, kata-kata saya, dan waktu yang saya luangkan untuk menuangkannya ke dalam tulisan.
Lalu ada juga alasan yang lebih personal. Saya menyadari bahwa ingatan saya tidak sebaik yang saya kira. Banyak momen, banyak pelajaran, banyak keputusan yang saya buat di masa lalu sudah saya lupakan begitu saja. Padahal beberapa di antaranya pasti pernah terasa sangat penting saat itu terjadi. Dengan menulis, saya berharap bisa menyimpan setidaknya sebagian dari momen-momen itu. Bukan untuk dibaca orang lain, tapi untuk saya sendiri di masa depan. Saya ingin bisa melihat ke belakang dan melihat versi diri saya yang sedang berkembang, membuat kesalahan, belajar, dan perlahan menemukan arah.
Saya tidak tahu seberapa konsisten saya bisa menjaga kebiasaan ini. Mungkin ada minggu-minggu di mana saya tidak menulis apa-apa. Mungkin ada bulan-bulan di mana saya lupa bahwa kanal ini ada. Tapi kali ini saya tidak akan menjadikan konsistensi sebagai syarat. Yang penting adalah memulai, dan kembali lagi setiap kali saya merasa ada sesuatu yang ingin saya catat.
Jadi, ini adalah hari pertama. Tulisan pertama di kanal Blog ini. Tidak ada tema besar, tidak ada pesan mendalam. Hanya sebuah keputusan kecil untuk mulai menulis lagi, dan harapan sederhana bahwa suatu saat nanti saya akan berterima kasih pada diri saya hari ini karena sudah memulainya.
